Monday, January 26, 2009

Back to Surabaya

Surabaya. 07:40 AM

Sampai juga di kamar yang paling menyenangkan ini.
Bukan kamar yang gede2 banget sih.
Tapi sumpah, kamar ini emang PW banget.
Kamar kos saya lah..

Beberapa menit saya gunakan untuk berbasa basi dengan mbak kost yang sudah baik hati banget membersihkan kamar saya selama 5 minggu saya di Bali.
Prinsip mbak kost saya : No dust anywhere
Sangat cocok banget deh sama kamar saya.
Secara kamar saya gudangnya debu kalau udah ditinggal.
Akhirnya kerjaan dia tiap hari adalah sedikit semi sedikit beresin debu2 yang membandel di kamar.
Emang top dah itu mbak kost.

Beberapa saat kemudian, saya sibuk mengutak ngatik modem internet yang ikut jadi "korban" mbak kost saya dalam upayanya menghilangkan debu di kamar.
Cuma butuh otak atik kabel sedikit, dan taraaaaa.....
udah bisa internetan lagi deh.

Kegiatan berikutnya apalagi kalau bukan sibuk buka laptop dan menyalurkan hasrat mendownload saya yang sudah terpendam selama 5 minggu di Bali.
Disini kan unlimited, mau download sampe sekarat juga gpp deh.
Akhirnya semua lagu yang sudah saya catat di notes handphone, saya cari dan butuh kurang lebih 3 menit untuk mendownloadnya.

Sebenarnya sih ada sedikit rasa bersalah di diri saya.
Ini salah satu bagian dari pembajakan gak ya ?
Kalo iya, kenapa saya melakukannya ?
Tapi artis2 itu kan udah pada ngeupload sendiri lagu2 mereka di internet, jadi benernya saya gak salah2 banget donk ya (salah satu upaya pembelaan diri yang saya lakukan).

Selama menunggu download-an, saya pun membereskan baju2 di koper.
(mencoba mengalihan pembicaraan mengenai pembajakan)
Setelah beres2, koq jadi lapar ya....

Makanan yang paling ingin saya serbu sekarang adalah NASI PECEL.
I miss it so much.
Biasanya seminggu 5 kali makan nasi pecel, selama 5 minggu, saya harus puasa PECEL.
Puasa pecel sama aja dengan puasa nasi bagi saya.
Soalnya saya gak begitu suka makan nasi putih kalo gak sama pecel.

Setelah hasrat makan pecel kesampaian, mood saya untuk menulis pun semakin menjadi jadi.
Soalnya tenaga udah ada (dari nasi pecel), background music juga mendukung banget (dari hasil pembajakan yang saya lakukan) dan dengan sedikit kreativitas, jadilah post saya ini...

Surabaya....
missing this town so much.

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Friday, January 16, 2009

Karena Wanita Ingin Dimengerti

Lekuk indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
Setiamu simbol keanggunan khas perawan
yang... kau miliki

Akulah pengagum ragamu
Tak ingin kumenyakitimu
Lindungi dari sengat dunia yang mengancam... nodai... sucinya lahirmu

Chorus:
Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia... dengan kasih sayang

Ingin kuajak engkau menari
Bermandi hangat cahaya bulan
Sebagai tanda kebahagiaan
Bagi semesta cinta kita

Bintang terang itulah dirimu
Janganlah redup dan mati
Aku dibelakangmu memeluk dan menjagamu

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Yang Terlewatkan

Kemana kau selama ini
Bidadari yang kunanti
Kenapa baru sekarang
Kita dipertemukan

Sesal takkan ada arti
Karna semua tlah terjadi
Kini kau tlah menjalani
Sisa hidup dengannya

Mungkin salahku melewatkanmu
Tak mencarimu sepenuh hati
Maafkan aku
Kesalahanku melewatkanmu
Hingga kau kini dengan yang lain
Maafkan aku

Jika berulang kembali
Kau takkan terlewati
Segenap hati kucari
Dimana kau berada

Walau ku terlambat
Kau tetap yang terhebat
Melihatmy, mendengarmu, kau lah yang terhebat
--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Sunday, January 11, 2009

RIch VS Poor Couple

Sepanjang saya mengamati kisah sinetron yang sekarang banyak beredar di stasiun televisi, hamper sebagian besar mengumbar cerita percintaan antara si miskin dengan si kaya.
Si pembantu dengan si majikan, si pemilik perusahaan dengan cleaning servicenya, atau terkadang si penjual Koran dengan si pemilik sedan mewah yang kebetulan membeli Koran.
Selama ini saya selalu berpikir, kisah tersebut memang Cuma ada di sinetron Indonesia.
Sampai akhirnya saya menemukan kisah yang sama di dunia nyata.
Kalau saya analisa, mungkin saja sih, si produser sinetron terebut pernah menemui kisah yang sama, kemudian dia buat sinetronnya.
Yang menemukan mungkin Cuma 1, produser yang lain Cuma ngekor aja (habis sinetron dengan alur cerita itu sih yang bakalan memiliki rating tinggi).

Penjahit langganan pegawai saya memiliki kisah yang sama dengan cerita sinetron tersebut. Percaya gak percaya sih ini. Dia dulunya adalah orang yang hidup dengan sangat berkecukupan bahkan berlebihan. Sampai akhirnya ia jatuh cinta pada suaminya yang sekarang, yang dulunya adalah orang yang sangat miskin. Saya tidak begitu jelas, apa pekerjaan sang suami dulu, karena tidak memungkinkan juga bagi saya untuk bertanya secara detail mengenai kehidupan mereka di masa lalu. Tapi yang ingin saya tekankan disini adalah betapa jelasnya kebahagiaan mereka di rumah berukuran 2 x 3 m yang mereka tinggali. Saya pernah bertanya dalam hati, bagaimana bias mereka tidak khawatir mereka akan makan apa besok dengan keadaan mereka yang sedemikian rupa.
Suatu kali saya pernah bertanya pada si Penjahit, mengapa dia mau menikahi suaminya padahal ia tau, bahwa kehidupannya akan berubah 180 derajat. Jawaban yang ia berikan kepada saya, sangatlah singkat, padat dan jelas “Ya..karena cinta.. Saya cinta sama suami saya”.
Luar biasa ya…
Dimana lagi sih cari cinta yang bsia setulus dan sesederhana itu.

Mari kita bandingkan dengan keadaan pasangan suami istri yang lain.
Hidup berkecukupan dan sangat berlebihan.
Memiliki supermarket bangunan sebanyak 5 buah, pom bensin sebanyak 2 buah.
Dapat anda bayangkan kekayaannya mereka bukan ?
Bahagiakah mereka ?
Sama sekali tidak.
Setiap hari, sang istri menangis karena merasa sang suami tidak memiliki waktu untuknya.
Sedangkan sang suami, selalu stress karena memikirkan sang istri yang menghabiskan uangnya saja.
Sampai akhirnya mereka mengklaim bahwa pernikahan mereka sudah berada dalam kondisi yang paling buruk sepanjang 20 tahun mereka menikah.

Ya begitulah kisah pasangan suami istri yang bertolak belakang sekali.
Yang satu bahagia tanpa uang, yang lainnya menderita sambil berkelimpahan uang. Kadang kalau saya kembali mengingat dua kisah tersebut, saya bias ketawa sendiri.
Lucu sekali ya, seperti kisah sinetron aja.
Bedanya mungkin, biasanya si miskin yang jadi kaya, kalo ini, si kaya yang ikut miskin,
Mungkin, kita bias belajar dari ibu penjahit itu.
Dia tidak pernah mengeluh dengan keadaannya yang sekarang yang jauh berbeda dengan keadaannya dulu.
Dia cukup bahagia dengan hidup bersama orang yang dia cintai.
Kapan lagi sih, ada cinta yang tidak memandang materi sama sekali gitu di dunia ini ??
Walaupun susah, saya mencoba belajar dari ibu itu. Belajar untuk tidak melihat materi seseorang yang saya cintai.
Sama seperti ketampanan atau kecantikan yang akan dimakan usia, uang ataupun kekayaan duniawi jga tidak akan mungkin kita bawa sampai mati kan ?
Toh, pada akhirnya si miskin dan si kaya sama-sama akan kembali ke tanah dan sama-sama akan jadi debu lagi.
Jadi, sebetulnya, apa sih yang kita cari di dunia ini ? Uang yang tidak kekal, atau kesederhanaan hati yang dapat membuat kita akan tetap dikenang walaupun sudah meninggal ??

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

 
design by suckmylolly.com