Sunday, January 11, 2009

RIch VS Poor Couple

Sepanjang saya mengamati kisah sinetron yang sekarang banyak beredar di stasiun televisi, hamper sebagian besar mengumbar cerita percintaan antara si miskin dengan si kaya.
Si pembantu dengan si majikan, si pemilik perusahaan dengan cleaning servicenya, atau terkadang si penjual Koran dengan si pemilik sedan mewah yang kebetulan membeli Koran.
Selama ini saya selalu berpikir, kisah tersebut memang Cuma ada di sinetron Indonesia.
Sampai akhirnya saya menemukan kisah yang sama di dunia nyata.
Kalau saya analisa, mungkin saja sih, si produser sinetron terebut pernah menemui kisah yang sama, kemudian dia buat sinetronnya.
Yang menemukan mungkin Cuma 1, produser yang lain Cuma ngekor aja (habis sinetron dengan alur cerita itu sih yang bakalan memiliki rating tinggi).

Penjahit langganan pegawai saya memiliki kisah yang sama dengan cerita sinetron tersebut. Percaya gak percaya sih ini. Dia dulunya adalah orang yang hidup dengan sangat berkecukupan bahkan berlebihan. Sampai akhirnya ia jatuh cinta pada suaminya yang sekarang, yang dulunya adalah orang yang sangat miskin. Saya tidak begitu jelas, apa pekerjaan sang suami dulu, karena tidak memungkinkan juga bagi saya untuk bertanya secara detail mengenai kehidupan mereka di masa lalu. Tapi yang ingin saya tekankan disini adalah betapa jelasnya kebahagiaan mereka di rumah berukuran 2 x 3 m yang mereka tinggali. Saya pernah bertanya dalam hati, bagaimana bias mereka tidak khawatir mereka akan makan apa besok dengan keadaan mereka yang sedemikian rupa.
Suatu kali saya pernah bertanya pada si Penjahit, mengapa dia mau menikahi suaminya padahal ia tau, bahwa kehidupannya akan berubah 180 derajat. Jawaban yang ia berikan kepada saya, sangatlah singkat, padat dan jelas “Ya..karena cinta.. Saya cinta sama suami saya”.
Luar biasa ya…
Dimana lagi sih cari cinta yang bsia setulus dan sesederhana itu.

Mari kita bandingkan dengan keadaan pasangan suami istri yang lain.
Hidup berkecukupan dan sangat berlebihan.
Memiliki supermarket bangunan sebanyak 5 buah, pom bensin sebanyak 2 buah.
Dapat anda bayangkan kekayaannya mereka bukan ?
Bahagiakah mereka ?
Sama sekali tidak.
Setiap hari, sang istri menangis karena merasa sang suami tidak memiliki waktu untuknya.
Sedangkan sang suami, selalu stress karena memikirkan sang istri yang menghabiskan uangnya saja.
Sampai akhirnya mereka mengklaim bahwa pernikahan mereka sudah berada dalam kondisi yang paling buruk sepanjang 20 tahun mereka menikah.

Ya begitulah kisah pasangan suami istri yang bertolak belakang sekali.
Yang satu bahagia tanpa uang, yang lainnya menderita sambil berkelimpahan uang. Kadang kalau saya kembali mengingat dua kisah tersebut, saya bias ketawa sendiri.
Lucu sekali ya, seperti kisah sinetron aja.
Bedanya mungkin, biasanya si miskin yang jadi kaya, kalo ini, si kaya yang ikut miskin,
Mungkin, kita bias belajar dari ibu penjahit itu.
Dia tidak pernah mengeluh dengan keadaannya yang sekarang yang jauh berbeda dengan keadaannya dulu.
Dia cukup bahagia dengan hidup bersama orang yang dia cintai.
Kapan lagi sih, ada cinta yang tidak memandang materi sama sekali gitu di dunia ini ??
Walaupun susah, saya mencoba belajar dari ibu itu. Belajar untuk tidak melihat materi seseorang yang saya cintai.
Sama seperti ketampanan atau kecantikan yang akan dimakan usia, uang ataupun kekayaan duniawi jga tidak akan mungkin kita bawa sampai mati kan ?
Toh, pada akhirnya si miskin dan si kaya sama-sama akan kembali ke tanah dan sama-sama akan jadi debu lagi.
Jadi, sebetulnya, apa sih yang kita cari di dunia ini ? Uang yang tidak kekal, atau kesederhanaan hati yang dapat membuat kita akan tetap dikenang walaupun sudah meninggal ??

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

 
design by suckmylolly.com