Saturday, April 18, 2009

No Comment !

Akhir-akhir ini saya menerima komentar dari beberapa orang mengenai blog saya ini.
Sejauh ini, puji Tuhan belum ada komentar butuk atau langsung melakukan penilaian terhadap suatu post.

Mungkin beberapa orang yang mengunjungi blog saya bertanya, kenapa saya tidak menyediakan fasilitas comment, sehingga setiap orang bebas berkomen-komen ria.
Alasan saya adalah karena saya ingin bebas menulis tanpa harus dibatasi oleh comment-comment orang.
Bukan berarti saya tidak terbuka terhadap kritikan, akan tetapi rasanya menulis tanpa dibayang-bayangi pertanyaan :

"apa ya komentar orang soal ini ?"
"orang-orang ada yang tersinggung gak ya?"
"Kira-kira ada yang gak setuju gak ya ?"


membuat saya lebih nyaman dalam menulis.

Jadi, terimakasih atas pengertian teman-teman yang sudah mengunjungi blog saya dan sudah cukup puas dengan memberikan komentar di dalam hati =)

Happy blogging, guys !




--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Tuhan Tidak Pernah Diam




Pernahkah Anda mendengar keluhan seseorang bahwa Tuhan tidak pernah mendengarkan doanya ?
Seringkali di dalam hidup ini, ketika kita memanjatkan suatu doa, kita berharap Tuhan mengabulkan doa kita pada saat itu juga. Kita juga sering memberikan deadline kepada Tuhan. Seolah-olah kita bisa mengatakan :
"Paling lambat, minggu depan udah terkabul ya Tuhan. Udah mepet nih soalnya."

Dan ketika, harapan kita tidak terjadi sesuai dengan tanggal yang kita tetapkan, kita langsung berpikir bahwa Tuhan tidak menjawab doa kita.
Pilihan untuk tidak mengabulkan permohonan yang kita ajukan itulah jawaban Tuhan.
Mengapa Tuhan tidak mengabulkan ?
Karena Tuhan punya sesuatu yang lebih baik dari yang sekedar kita ajukan.

Kalau Anda membaca post A Prayer, maka Anda akan menemukan gambaran seseorang yang sedang putus asa dan tidak memiliki harapan.
Berdoa adalah satu-satunya hal yang pada saat itu dapat saya lakukan.
Saya percaya bahwa tanpa doa pun Tuhan sudah tahu apa yang saya perlukan.
Namun, doa bagi saya adalah sebuah bentuk media komunikasi antara saya dan Tuhan yang mampu menunjukkan rasa kepercayaan saya pada-Nya.

Percaya atau tidak, tidak sampai 24 jam dari waktu saya berdoa, Tuhan memberikan sebuah jawaban yang begitu indah bagi saya.
Namun, sejujurnya bukan karena jawaban indah tersebut kemudian saya menulis post ini.
Lebih karena saya ingin membagikan berita baik kepada kita semua :

"Tuhan tidak pernah diam"

Kapanpun Anda berdoa, kapanpun Anda datang kepada-Nya, Ia selalu siap bekerja membimbing kita semua.
Dialah satu-satunya "dokter" 24 jam yang siap menangani semua keluhan kita.

Selamat Berdoa, saudara !

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Thursday, April 16, 2009

A Prayer

Kamis, 16 April 2009

Di hari yang seharusnya berbahagia ini, dia berkata padaku untuk segera mengakhiri semuanya.
Dia bilang, lebih baik aku dengan orang lain.
Dia mengatakan Tuhan jahat, Tuhan tidak sayang padanya.
Dia bilang, Tuhan pilih kasih.

Aku berdoa :

"Tuhan, sadarkan dia Tuhan, bahwa Engkau tidak pernah pilih kasih.
Engkau tidak pernah meninggalkan dia.
Engkau selalu ada, ketika dia sedih, susah atau bahkan ketika ia lupa pada-Mu.
Maafkan aku Tuhan, karena aku belum berhasil mebimbing dia untuk dapat memahami kehendak-Mu, untuk dapat memahami anugerah-Mu kepadanya.
Berikan aku kesabaran Tuhan, untuk terus ada di sisinya, bahkan ketika ia ingin meninggalkanku"


Ia kembali berkata, sebaiknya mulai saat itu dan selamanya, kami tidak usah memiliki hubungan spesial lagi.

Aku berdoa :
"Tuhan, aku tahu sakit hati ini ketika ia mengatakan hal tersebut. Namun aku percaya, ia tidak sedang berencana menyakiti hatiku. Ia mungkin sedang menghadapi masalah yang cukup berat dan dia butuh tempat pelampiasan. Biarkan aku memiliki kekuatan untuk menampung segala amarahnya, Tuhan. Mampukan anak-Mu ini untuk terus ada di sisinya."





Jumat, 17 April 2009

Dia berkata bahwa aku sombong dan merendahkan dia, padahal aku hanya memberikan dukungan kepadanya.

Aku berdoa :
"Tuhan, sekali lagi, dia berkata kasar kepadaku, Tuhan. Tapi aku yakin, aku tidak sendirian. Ada Engkau di sisiku yang sedang menggenggam tanganku, sedang meneduhkan hatiku, agar aku tidak terpancing ke dalam emosi. Bantu aku, Bapa untuk dapat terus memahami dia, bahwa segala sesuatu yang ia katakan di saat ia sedang marah bukan berasal dari hatinya.
Maafkan aku Tuhan, karena sampai saat ini aku masih belum bisa berbuat sesuatu yang lebih berguna untuknya. Semoga, aku bisa lebih memahaminya dari hari ke hari."


Dia berkata "Sebaiknya, kita jadi teman biasa saja."

Aku berdoa :
"Tuhan, aku ingin belajar untuk terus mencintai tanpa berharap dicintai. Sama seperti Engkau, yang selalu mencintai anak-anakMu bahkan di saat anak-anakMu meninggalkanMu. Bantu aku Bapa, agar setia mencintai, menunggu dan berada di sisinya.
Maafkan aku, Bapa. Karena mungkin aku selama ini belum dapat memberikan yang terbaik untuknya, karena aku masih sering membuat dia sakit hati dan akhirnya marah padaku. Bimbing aku, Bapa, agar aku dapat menjadi yang lebih baik lagi untuknya."


.AMIEN.

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

After 821 lovely days

Kalau saja aku tidak memberikan link itu ke kamu
Kalau saja aku tidak berbicara sama sekali dengan mu pada saat itu
Kalau saja aku mau sedikit berbohong mengenai nilaiku
Mungkin semua ini tidak akan terjadi

Aku yang membuat kamu merasa bodoh
Aku yang membuat kamu tidak percaya diri
Aku yang membuat kamu merasa seperti ini
Aku memang si tersangka yang paling bersalah atas semuanya

Kamu bilang aku lebih baik sama yang lain.
Aku juga akan berkata hal yang sama.
Masih ingat soal permbicaraan kita 1 malam sebelumnya ?
Aku ingin kamu bahagia seperti mereka.
Semoga kamu bahagia disana.
Terima kasih untuk 821 hari yang begitu indah.

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Monday, April 13, 2009

Unity in Diversity


"But since they called GOD with different names, they can't love each other"

"Kenapa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda kalau Tuhan ingin disembah dengan satu cara ?"

"Makanya Tuhan menciptakan CINTA agar yang berbeda-beda bisa menjadi satu"

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagia nama dan kami sembah dengan berbagai cara, terima kasih atas berkat yang Kau berikan, jauhkan kami dari percobaan.. AMIN"


Berbagai propaganda yang melanda negeri ini selalu berkisar tentang suku, agama dan RAS.
Tidak hanya negeri ini, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, perbedaan suku pun masih menjadi sesuatu yang sangat mudah dijadikan alasan untuk melakukan peperangan.
Kelompok yang satu membenci kelompok lainnya.
Kelompok yang satu menjelek-jelekan kelompok lainnya.



Siapa yang menjadi korbannya ?
Tentunya orang-orang yang tidak bersalah, yang justru mencintai perbedaan yang ada.
Korban perang biasanya adalah orang yang tidak menginginkan perang itu ada.
Tidak terhitung jumlah korban perang dari permasalahan perbedaan ini.

Bukan hanya korban jiwa, perbedaan yang tidak dipandang secara positif juga turut menyumbang "korban perasaan".

"nanti kamu kalo udah gede, jangan kawin sama suku itu ya.. dia itu beda sama kita"

Kalimat yang lazim kita dengar bukan ?
Pembatasan pergaulan yang diberikan orangtua kepada anaknya.
Tidak heran mengapa orangtua tersebut membatasi anaknya.
Tidak lain, karena dulu mereka juga dibatasi.
Kemungkinan besar, kelak si anak akan membatasi anaknya pula.
Sampai kapan rantai tersebut berakhir ?

Oleh sebab itu, kita perlu memahami terlebih dahulu, makna perbedaan yang diberikan Tuhan.
Mengapa kita berbeda ?
Agar dapat saling melengkapi.
Kalimat yang terdiri atas 4 kata tersebut, sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan lain mengenai perbedaan.

Pernahkah Anda melihat seseorang makan dengan menggunakan 2 sendok ?
Mengapa orang tersebut menggunakan sendok dan garpu ?
Mengapa Tuhan menciptakan cinta antara pria dan wanita ?
Mengapa bukan antara wanita dan wanita ?

Itulah kata kuncinya.
CINTA.
Tuhan tidak hanya menciptakan perbedaan diantara kita manusia.
Ia memberikan sesuatu bernama CINTA yang mampu menyatukan perbedaan itu.
Kalau CINTA, apakah mungkin kita saling membunuh ?
Kalau CINTA, apakah mungkin kita menyiksa saudara-saudara kita ?
Kalau CINTA, apakah PERBEDAAN itu masih ada ?

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Tuesday, April 7, 2009

Being grateful for everything in your life

Saya bertanya kepada diri saya sendiri, mengapa di saat kita sedang mencoba untuk merubah diri kita menjadi lebih baik, di saat kita ingin berbuat baik kepada semua orang, di saat kita ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, justru di saat yang sama Tuhan memberikan cobaan yang tiada hentinya kepada kita ?

Seorang teman berkata pada saya, segala sesuatu menjadi masalah ketika kita memandangnya sebagai masalah.
Namun, bagaimana mungkin sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi pada kita ternyata sungguh-sungguh menimpa kita tidak dikatakan sebagai suatu masalah ?




Mungkin saat itulah, saat yang tepat untuk kembali merenungkan beberapa hal :
1. Tuhan tidak menciptakan generasi yang manja, generasi yang lemah terhadap cobaan.
2. Tuhan hanya memberikan cobaan kepada orang yang Ia kira mampu melewatinya. Bersyukurlah ketika Anda atau saya menerima cobaan yang berat, karena Ia percaya, kita mampu melewatinya.
3. Ombak di tengah laut membuat penumpang perahu sadar bahwa ia harus setia berpegang pada nahkodanya. Seperti itulah cobaan di hidup kita yang membuat kita kembali mengingat kepada-Nya. Bersyukurlah karena Anda atau saya diingatkan oleh-Nya untuk tetap berpegang pada-Nya.

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

 
design by suckmylolly.com