Find a guy who calls you beautiful instead of hot,
who calls you back when you hang up on him,
who will lie under the stars and listen to your heartbeat,
or will stay awake just to watch you sleep...
Wait for the boy who kisses your forehead,
who wants to show you off to the world when you are in sweats,
who holds your hand in front of his friends,
who thinks you're just as pretty without makeup on.
One who is constantly reminding you of how much he cares and how lucky his is to have you. The one who turns to his friends and says, "that's her."
--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE
Tuesday, March 10, 2009
Keep holding on
Monday, March 9, 2009
Lihatlah bulan yang sama
Sebuah catatan dari pelaku long distance relationship :
kemana-mana pun kita bersama
Kau dan aku tak mungkin terpisahkan
Karena engkau lah belahan jiwaku
Kini aku ada di tempat jauh
Kau disana sendiri tanpaku
Kita merasa ada sesuatu yang hilang
Tanpamu aku disini berantakan
Lihatlah bulan yang sama, agar kita merasa dekat
Lihatlah bulan yang sama, agar kita tetap dekat
Kau disana, aku disini
Terhalang jarak yang begitu jauh
Mohon engkau janganlah mengeluh
Bersabarlah menungguku
Tetaplah engkau seperti dulu
Secepatnya ku akan kembali
Begitu banyak godaan mencoba
Menguji kesungguhan cinta kita
Slalu kuletakkan hatimu dalam hatiku
Karena ku tak ingin kehilangan dirimu
Miss you, dear
--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE
Sunday, March 1, 2009
Heaven or Hell
Mungkin judul post ini agak keras ya ?
Semacam memberikan pilihan kepada kita, mau masuk neraka atau surga.
Saya menulis post ini karena terinspirasi oleh isu kiamat di tahun 2012.
Tentunya hal ini bukan hal yang baru di telinga masyarakat.
Semua media hampir selalu membahas hal ini.
Namun, semua media tersebut juga menyimpulkan satu hal :
"Sudah saatnya manusia berbuat baik dan bertobat mendekatkan diri pada Sang Khalik"
Ya, begitulah manusia, saya dan Anda termasuk di dalamnya, kalo sudah di deadline dengan yang namanya kematian, kita pasti selalu ketakutan, seolah-olah belum siap untuk berhadapan dengan Pencipta kita.
Kita sadar bahwa begitu banyak kesalahan dan hal-hal yang melanggar ajaran-Nya namun tetap kita lakukan karena nafsu duniawi.
Intinya, kita takut masuk neraka.
Bayangan neraka yang penuh api panas dan gelap serta gertak gigi bergaung dimana-mana selalu ditanamkan oleh pemuka agama agar kita takut untuk berbuat kejahatan.
Sebuah pertanyaan terbesit di benak saya :
"kalau tidak ada neraka dan surga, apakah manusia masih mau bertobat dan mendekatkan diri pada Tuhan ?"
Ya, misalkan saja, tidak pernah ada ajaran mengenai Surga dan Neraka, apakah manusia masih setakut sekarang dalam menghadapi maut ?
Atau apakah manusia masih mau mengikuti ajaran agama untuk berbuat baik ?
Bahkan, apakah akan ada agama yang notabene tujuan dari semua agama adalah untuk dapat mendekatkan diri kita kepada Tuhan.
Sebelum bertanya kepada Anda yang membaca post ini, saya bertanya kepada diri saya sendiri.
Apa sih yang menjadi latar belakang dari semua perbuatan baik yang saya lakukan (walaupun jumlahnya sedikit) ?
Saya akui, terkadang dalam hati saya sering berkata :
"daripada ntar masuk neraka, mending aku jangan bohong ah,,"
"Gak papa lah bantu orang susah, upahnya besar di Surga"
Kata-kata Surga dan Neraka membayangi setiap perilaku yang saya lakukan.
Berarti, saya melakukan hal baik bukan karena saya ingin patuh kepada ajaran Tuhan, tapi karena saya ingin masuk Surga.
Bukan karena saya mencintai Pencipta saya, tapi karena saya ingin jauh-jauh dari neraka.
Lalu, apa bedanya saya dengan pengendara mobil yang mengikuti aturan berkendara untuk alasan takut ditilang dan bukan karena untuk menghindari kecelakaan yang membahayakan nyawanya ?
Apakah yang saya dan mungkin Anda lakukan (jika Anda juga sama dengan saya) ini benar ?
Mari kita renungkan bersama dan jika salah, mari kita berusaha untuk berubah.
--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE
Posted by Sandra Adishesa at 6:57 AM
Labels: Inspiration, Issues, Opinion