Showing posts with label Opinion. Show all posts
Showing posts with label Opinion. Show all posts

Friday, February 26, 2010

ADD (Attention Disorder Deficit)

Ketika lagi iseng-iseng baca blognya Raditya Dika, saya tiba-tiba menemukan istilah diatas.
Ya, Attention Disorder Deficit, atau mari kita menyingkatnya dengan ADD.
Keisengan saya juga yang membawa saya mencari arti dari penyakit itu dari Mr. Google.
Hingga akhirnya saya menemukan link in : http://www.cmha.ca/BINS/content_page.asp?cid=3-99

Entah kenapa, pada saat saya membaca kata ADD tersebut, saya merasa bahwa saya adalah salah satu penderitanya.
Ada banyak hal yang membuat saya berani mengklaim diri saya sendiri sebagai seorang ADD :

1. Saya sangat suka cemburu akan perhatian orangtua saya kepada adik saya
Sebagai contoh, pada saat ini adik saya sedang di rumah sakit karena penyakit Demam Berdarah, saya pun menghubungi mama saya dan berkata kalau saya juga sedang sakit perut (padahal sebenarnya saya cuma PMS). Ya begitulah, saya cuma ingin dapat attention juga :)

2. Begitu pula yang terjadi dengan saya dan pacar saya. Terkadang saya merasa sedikit kasian sama dia yang sering banget harus membujuk saya yang sedang ngambek, hanya karena gak ditanyain "udah makan ?", "lagi ngapain ?". Padahal saya tau, dia juga punya segudang kegiatan dan (dengan sifat pemikirnya itu), dia suka sekali memikirkan banyak hal jauh ke depan.

3. Ini yang paling bodoh. Saya pernah ketelen tulang ikan, dan saya berakting seolah-olah saya kemasukan tulang gajah, sehingga saya muntah2 sendiri di kamar mandi, sampai semua orang di rumah saya heboh...dan saya menikmati hal itu.
(oia, kecuali mama saya, orang yang sudah 20 tahun lebih mengenal saya, dia tau banget sikap saya yang kadang-kadang suka LBY (baca : el-bi-way) alias LEBAY)

Sebenarnya masih banyak LBY things yang pernah saya lakukan dalam hidup saya untuk mendapatkan attention dari orang-orang di sekitar saya, yang mungkin akan membuat anda mengira "Sumpah, ini orang bahkan lebih lebay dari Fitri Tropika".
Menuju link tersebut diatas, saya membaca kalimat demi kalimat pengertian dari ADD.
Lagi-lagi sifat lebay saya menganggap bahwa ini penyakit serius (dan mungkin saya harus lapor ke orangtua saya dan berharap mereka akan berterika "Hah ?? Anakku kena ADD ???" Seolah -olah ADD lebih gawat daripada HIV/AIDS)

Mari kita lihat apa yang saya temukan di paragraf pertama artikel tersebut :

Attention Deficit Disorder (also known as ADD) and Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) are terms used to describe patterns of behaviour that appear most often in school-aged children. Children with these disorders are inattentive, overly impulsive and, in the case of ADHD, hyperactive. They have difficulty sitting still, attending to one thing for a long period of time, and may seem overactive.


Ternyata ADD diderita oleh anak-anak pada usia sekolah.

**

Lalu apakah saya anak sekolah yang masih haus akan perhatian ?
Sebenarnya saya menderita ADD atau saya masih bersifat kekanak-kanakan ?

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Friday, February 19, 2010

Why Blogging ?

Dalam sebuah kelas yang saya hadiri, dosen saya bertanya :
"Siapa diantara kalian yang memiliki blog ?"

Setelah celingak celinguk kanan kiri, akhirnya saya angkat tangan, SENDIRIAN.
Kelas itu kira-kira terdiri atas 50 mahasiswa dan hanya 1 orang yang memiliki blog.
Akhirnya saya menjadi objek wawancara dari si bapak dosen.

Dosen (D) : Sejak kapan kamu punya blog ?
Saya (S) :Sejak 4 tahun yg lalu pak

D : Sudah berapa hit kamu ?
S : baru sekitar seribu dua ratusan pak..

Mungkin dalam hati si dosen dia akan berkata :
"kasian anak ini, udah 4 taun bikin blog, baru 1200an hit nya"

Lalu si bapak dosen pun mulai bercerita mengenai pentingnya membuat blog. Berikut beberapa alasan yang dia kemukakan :
1. Setiap orang memiliki pemikiran/pendapat yg berbeda- beda terhadap suatu issue, jadi alangkah baiknya jika kita mengungkapkan apa pendapat kita terhadap issue -issue tersebut

2. Menulis merupakan salah satu kegiatan yang membawa dampak positif, kita akan dapat lebih mengexplore diri kita dalam kegiatan ini

3. Warga di negara-negara maju, seperti Korea & China, pada usia dini sudah dibiasakan untuk menulis. Harapannya, kalo kita sebagai warga muda Indonesia menulis, suatu saat negara kita juga bisa sehebat negara-negara itu..

Dosen saya juga tidak menampik adanya pandangan miring beberapa orang mengenai blogger. Saya sendiri mengalaminya. Blogger seringkali dikatakan sebagai orang yang kepengen beken, orang yang tidak punya teman, sehingga nulis-nulis sendiri dan gak jarang dia baca tulisannya sendiri (how pathetic they are, that what people think), blogger adalah orang-orang yang haus akan perhatian.

Namun, masih menurut dosen saya, tidak seharusnya kita terpengaruh dengan pandangan-pandangan miring tersebut.
Kalo menurut saya, bukannya memang setiap sesuatu yang baru pasti akan dihina dulu ya ?
Lihat saja, penemu-penemu yang sering dianggap gila karena mereka suka memikirkan hal-hal yang diluar pemikiran orang lain, namun pada akhirnya dia menemukan sesuatu dan orang yang mengejeknya tersebut tidak pernah menemukan sesuatu yang berguna bagi dunia.

Saya pribadi, menulis blog hanya sebagai sebuah sarana bagi saya untuk mengembangkan hobi saya.
Jelas, hobi saya menulis dan satu lagi, saya sangat suka mengkomentari segala sesuatu di sekeliling saya.
Daripada saya ngomongin di belakang, saya juga bergumam sendiri, makanya saya memilih untuk nge-blog =D

Jadi, sudahkah Anda tertarik untuk nge-blog ?

Nge-blog yuk !

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Tuesday, August 4, 2009

Ani dan Budi (taken from a true story)

Pernahkah Anda berada dalam kondisi dimana Anda mencintai seseorang yang Anda tahu bahwa Anda tidak akan pernah bersamanya ?
Sampai kapanpun Anda menunggunya.

Sebut saja si Ani dan Budi.
Si Ani, seorang gadis yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja, dengan tingkat kecerdasan yang biasa-biasa juga dan muka yang juga sangat biasa.
Satu hal yang tidak biasa yang Ani miliki, adalah cinta nya yang begitu besar kepada Budi.

Siapa Budi ?
Seorang pria dengan semua hal yang diinginkan pria ada di dalam dirinya.
Harta ?
Otak ?
Hati ?
Kedudukan ?

Dapat dikatakan kehidupan mereka begitu berbeda.

Ani begitu sadar bahwa dia tidak akan pernah bersama Budi.
Mengapa ?
Orangtua Ani merasa bahwa Budi sungguh jauh diatas mereka, sehingga, apakah masih mungkin kisah sinetron dimana si majikan jadian dengan pembantu itu benar-benar terjadi di dunia nyata ?
Ani pun merasa demikian,
Hal yang sangat-sangat mustahil bila si Budi yang sudah disekolahkan ke luar negeri dengan biaya yang tentunya tidak murah tidak diharapkan untuk mendapatkan jodoh yang paling tidak setara dengan mereka.
Bukan rahasia lagi, hal harta kini menjadi alat ukur nomor satu dalam menilai apakah orang tersebut pantas atau tidak untuk dijadikan pasangan hidup.
Memang hingga saat ini, orangtua Budi ataupun Budi belum pernah berbicara ke arah sana.
Mungkin itu lebih karena mereka tidak ingin seperti (lagi-lagi) sinetron :

"Cih, dasar orang miskin. Berani-beraninya kamu mendekati anak saya ? Kamu tidak pantas mendekati anak saya tau !!"

Lalu apa yang dilakukan Budi dan Ani menanggapi hal ini :
mereka tetap menjalani kisah cinta mereka tanpa hubungan yang pasti, karena mereka tahu suatu status hanya menyebabkan hubungan mereka akan semakin sulit untuk dipisahkan nantinya, padahal mereka juga sama-sama tau bahwa mereka tidak mungkin dipersatukan dalam ikatan perkawinan.

How pathetic.

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Wednesday, May 13, 2009

Berserah atau Berontak ?



Seorang anak kecil sedang mengalami sakit keras, ia harus segera disuntik obat yang dapat menyembuhkannya. Begitu ia melihat jarum suntik, ia langsung meronta dan memberontak. Karena ia terus memberontak dan bergerak, dokter menjadi semakin sulit untuk menyuntikkan obat tersebut, hingga akhirnya ia lelah dan kemudian dokter dapat menyuntikkan jaruh suntik tersebut ke tangannya. Obat pun masuk ke dalam pembuluh darahnya dan proses penyembuhan baru saja dimulai.

Sadarkah kita, bahwa ketika kita mengalami kesulitan di dalm hidup, seringkali kita melakukan pemberontakan. Kita marah, kita berteriak, kita panik, kita tidak dapat menerima kondisi dimana kita sedang berada dalam masalah. Saya pribadi pernah mengalami hal yang sama dan bahkan sering.

Saya tegang ketika menghadapi masalah, apalagi jika masalah tersebut datang secara bersamaan. Saya mulai menyalahkan berbagai pihak dan bahkan saya menanyakan keberadaan Tuhan pada saat itu. Saya berseru pada-Nya memohon bantuan, tapi Ia tidak juga menjawab permohonan saya. Hingga akhirnya saya belajar untuk berserah pada kelemahan yang saya miliki. Saya tidak lagi memberontak dan sebaliknya saya berdamai dengan kelemahan yang saya miliki. Justru pada saat saya berserah itulah, saya merasa bahwa pada akhirnya saya dimampukan untuk dapat hidup bersama dengan kelemahan tersebut.

Adakah masalah yang selama ini merongrong diri Anda ? Bentuknya dapat saja berupa penyakit, cacat kepribadian atau kelemahan lainnya. Sudahkah Anda berdamai dengan kelemahan tersebut ? Atau Anda bersikap seperti anak kecil pada cerita diatas, terus memberontak dan tidak dapat menerima kelemahan tersebut ? Segeralah berdamai dengan kelemahan Anda.

Terkadang manusia diberikan kelemahan agar manusia belajar untuk bergantung pada suatu kuasa yang tidak terlihat, Kuasa Tuhan.

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Saturday, April 18, 2009

Tuhan Tidak Pernah Diam




Pernahkah Anda mendengar keluhan seseorang bahwa Tuhan tidak pernah mendengarkan doanya ?
Seringkali di dalam hidup ini, ketika kita memanjatkan suatu doa, kita berharap Tuhan mengabulkan doa kita pada saat itu juga. Kita juga sering memberikan deadline kepada Tuhan. Seolah-olah kita bisa mengatakan :
"Paling lambat, minggu depan udah terkabul ya Tuhan. Udah mepet nih soalnya."

Dan ketika, harapan kita tidak terjadi sesuai dengan tanggal yang kita tetapkan, kita langsung berpikir bahwa Tuhan tidak menjawab doa kita.
Pilihan untuk tidak mengabulkan permohonan yang kita ajukan itulah jawaban Tuhan.
Mengapa Tuhan tidak mengabulkan ?
Karena Tuhan punya sesuatu yang lebih baik dari yang sekedar kita ajukan.

Kalau Anda membaca post A Prayer, maka Anda akan menemukan gambaran seseorang yang sedang putus asa dan tidak memiliki harapan.
Berdoa adalah satu-satunya hal yang pada saat itu dapat saya lakukan.
Saya percaya bahwa tanpa doa pun Tuhan sudah tahu apa yang saya perlukan.
Namun, doa bagi saya adalah sebuah bentuk media komunikasi antara saya dan Tuhan yang mampu menunjukkan rasa kepercayaan saya pada-Nya.

Percaya atau tidak, tidak sampai 24 jam dari waktu saya berdoa, Tuhan memberikan sebuah jawaban yang begitu indah bagi saya.
Namun, sejujurnya bukan karena jawaban indah tersebut kemudian saya menulis post ini.
Lebih karena saya ingin membagikan berita baik kepada kita semua :

"Tuhan tidak pernah diam"

Kapanpun Anda berdoa, kapanpun Anda datang kepada-Nya, Ia selalu siap bekerja membimbing kita semua.
Dialah satu-satunya "dokter" 24 jam yang siap menangani semua keluhan kita.

Selamat Berdoa, saudara !

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Monday, April 13, 2009

Unity in Diversity


"But since they called GOD with different names, they can't love each other"

"Kenapa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda kalau Tuhan ingin disembah dengan satu cara ?"

"Makanya Tuhan menciptakan CINTA agar yang berbeda-beda bisa menjadi satu"

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagia nama dan kami sembah dengan berbagai cara, terima kasih atas berkat yang Kau berikan, jauhkan kami dari percobaan.. AMIN"


Berbagai propaganda yang melanda negeri ini selalu berkisar tentang suku, agama dan RAS.
Tidak hanya negeri ini, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, perbedaan suku pun masih menjadi sesuatu yang sangat mudah dijadikan alasan untuk melakukan peperangan.
Kelompok yang satu membenci kelompok lainnya.
Kelompok yang satu menjelek-jelekan kelompok lainnya.



Siapa yang menjadi korbannya ?
Tentunya orang-orang yang tidak bersalah, yang justru mencintai perbedaan yang ada.
Korban perang biasanya adalah orang yang tidak menginginkan perang itu ada.
Tidak terhitung jumlah korban perang dari permasalahan perbedaan ini.

Bukan hanya korban jiwa, perbedaan yang tidak dipandang secara positif juga turut menyumbang "korban perasaan".

"nanti kamu kalo udah gede, jangan kawin sama suku itu ya.. dia itu beda sama kita"

Kalimat yang lazim kita dengar bukan ?
Pembatasan pergaulan yang diberikan orangtua kepada anaknya.
Tidak heran mengapa orangtua tersebut membatasi anaknya.
Tidak lain, karena dulu mereka juga dibatasi.
Kemungkinan besar, kelak si anak akan membatasi anaknya pula.
Sampai kapan rantai tersebut berakhir ?

Oleh sebab itu, kita perlu memahami terlebih dahulu, makna perbedaan yang diberikan Tuhan.
Mengapa kita berbeda ?
Agar dapat saling melengkapi.
Kalimat yang terdiri atas 4 kata tersebut, sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan lain mengenai perbedaan.

Pernahkah Anda melihat seseorang makan dengan menggunakan 2 sendok ?
Mengapa orang tersebut menggunakan sendok dan garpu ?
Mengapa Tuhan menciptakan cinta antara pria dan wanita ?
Mengapa bukan antara wanita dan wanita ?

Itulah kata kuncinya.
CINTA.
Tuhan tidak hanya menciptakan perbedaan diantara kita manusia.
Ia memberikan sesuatu bernama CINTA yang mampu menyatukan perbedaan itu.
Kalau CINTA, apakah mungkin kita saling membunuh ?
Kalau CINTA, apakah mungkin kita menyiksa saudara-saudara kita ?
Kalau CINTA, apakah PERBEDAAN itu masih ada ?

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Sunday, March 1, 2009

Heaven or Hell

Mungkin judul post ini agak keras ya ?
Semacam memberikan pilihan kepada kita, mau masuk neraka atau surga.
Saya menulis post ini karena terinspirasi oleh isu kiamat di tahun 2012.
Tentunya hal ini bukan hal yang baru di telinga masyarakat.
Semua media hampir selalu membahas hal ini.
Namun, semua media tersebut juga menyimpulkan satu hal :
"Sudah saatnya manusia berbuat baik dan bertobat mendekatkan diri pada Sang Khalik"

Ya, begitulah manusia, saya dan Anda termasuk di dalamnya, kalo sudah di deadline dengan yang namanya kematian, kita pasti selalu ketakutan, seolah-olah belum siap untuk berhadapan dengan Pencipta kita.
Kita sadar bahwa begitu banyak kesalahan dan hal-hal yang melanggar ajaran-Nya namun tetap kita lakukan karena nafsu duniawi.
Intinya, kita takut masuk neraka.
Bayangan neraka yang penuh api panas dan gelap serta gertak gigi bergaung dimana-mana selalu ditanamkan oleh pemuka agama agar kita takut untuk berbuat kejahatan.

Sebuah pertanyaan terbesit di benak saya :
"kalau tidak ada neraka dan surga, apakah manusia masih mau bertobat dan mendekatkan diri pada Tuhan ?"

Ya, misalkan saja, tidak pernah ada ajaran mengenai Surga dan Neraka, apakah manusia masih setakut sekarang dalam menghadapi maut ?
Atau apakah manusia masih mau mengikuti ajaran agama untuk berbuat baik ?
Bahkan, apakah akan ada agama yang notabene tujuan dari semua agama adalah untuk dapat mendekatkan diri kita kepada Tuhan.

Sebelum bertanya kepada Anda yang membaca post ini, saya bertanya kepada diri saya sendiri.
Apa sih yang menjadi latar belakang dari semua perbuatan baik yang saya lakukan (walaupun jumlahnya sedikit) ?
Saya akui, terkadang dalam hati saya sering berkata :
"daripada ntar masuk neraka, mending aku jangan bohong ah,,"
"Gak papa lah bantu orang susah, upahnya besar di Surga"

Kata-kata Surga dan Neraka membayangi setiap perilaku yang saya lakukan.
Berarti, saya melakukan hal baik bukan karena saya ingin patuh kepada ajaran Tuhan, tapi karena saya ingin masuk Surga.
Bukan karena saya mencintai Pencipta saya, tapi karena saya ingin jauh-jauh dari neraka.
Lalu, apa bedanya saya dengan pengendara mobil yang mengikuti aturan berkendara untuk alasan takut ditilang dan bukan karena untuk menghindari kecelakaan yang membahayakan nyawanya ?

Apakah yang saya dan mungkin Anda lakukan (jika Anda juga sama dengan saya) ini benar ?

Mari kita renungkan bersama dan jika salah, mari kita berusaha untuk berubah.

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

Thursday, February 19, 2009

Apa Kata Dunia ??

Akhir-akhir ini, saya sering kali mendengar perkataan :
"apa kata dunia??"

+ Eh, Hp kamu masih monophonic ya ? Ya ampun,, apa kata dunia ??
+ HAh ? kamu belon pernah ke mall X,, apa kata dunia ??
+ Kamu belon nonton film itu ? Apa kata dunia ??

Ya begitulah, Anda dan juga saya begitu sering memikirkan apa kata dunia terhadap apa yang kita miliki, kita kerjakan, kita ucapkan dan kita pikirkan.
Pernahkah Anda mengalami saat-saat dimana sebenarnya Anda tidak sedang ingin menonton, tapi akhirnya Anda menerima ajakan menonton dari teman, hanya karena Anda takut dikira gak punya uang ? (padahal kenyataannya memang dompet lagi gak bersahabat)

Atau pernahkah Anda sampai tidak berani datang ke rumah pacar Anda karena Anda lagi tidak ada uang untuk membawanya keluar dan Anda takut kalau Anda mengatakan yang sebenarnya maka Anda akan dikira kere atau dompet tak berbobot oleh pacar Anda ?

Kita begitu memperdulikan penilaian orang terhadap diri kita.
Tapi bagaimana dengan apa kata Tuhan ?
Pernahkah kita memikirkannya ?

Ketika kita berbohong, pernahkah kita berpikir, apa kata Tuhan ?
Ketika kita sedang melakukan kecurangan dengan rekan kerja atau teman, pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, apa kata Tuhan ?

Kita cenderung akan berkata pada diri kita :
"Tuhan pasti ngerti lah.."
Kalau saya sedang berbohong, saya juga akan berkata :
"Tuhan pasti ngerti kenapa saya bohong.."
Kalau saya bermalas-malasan padahal seharusnya saya belajar, saya juga akan berpikir:
"Tuhan pasti ngerti kalau saya lagi capek" (padahal tidak melakukan apapun)

Kembali ke situasi di atas, ketika pacar Anda merengek minta keluar, tapi Anda sedang membutuhkan uang untuk keperluan lain, apakah Anda mau berkata yang sebenarnya ke pacar Anda dan mencoba berpikir "dia pasti ngerti lah..." ?

Sudah saatnya, Anda ataupun saya harus lebih memikirkan apa kata Tuhan ketimbang apa kata dia atau apa kata mereka. Sulit memang, tapi sebuah perubahan tidak akan pernah terjadi jika tidak ada pemaksaan kepada diri kita sendiri untuk melakukan sebuah perubahan.



--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

 
design by suckmylolly.com