Ketika lagi iseng-iseng baca blognya Raditya Dika, saya tiba-tiba menemukan istilah diatas.
Ya, Attention Disorder Deficit, atau mari kita menyingkatnya dengan ADD.
Keisengan saya juga yang membawa saya mencari arti dari penyakit itu dari Mr. Google.
Hingga akhirnya saya menemukan link in : http://www.cmha.ca/BINS/content_page.asp?cid=3-99
Entah kenapa, pada saat saya membaca kata ADD tersebut, saya merasa bahwa saya adalah salah satu penderitanya.
Ada banyak hal yang membuat saya berani mengklaim diri saya sendiri sebagai seorang ADD :
1. Saya sangat suka cemburu akan perhatian orangtua saya kepada adik saya
Sebagai contoh, pada saat ini adik saya sedang di rumah sakit karena penyakit Demam Berdarah, saya pun menghubungi mama saya dan berkata kalau saya juga sedang sakit perut (padahal sebenarnya saya cuma PMS). Ya begitulah, saya cuma ingin dapat attention juga :)
2. Begitu pula yang terjadi dengan saya dan pacar saya. Terkadang saya merasa sedikit kasian sama dia yang sering banget harus membujuk saya yang sedang ngambek, hanya karena gak ditanyain "udah makan ?", "lagi ngapain ?". Padahal saya tau, dia juga punya segudang kegiatan dan (dengan sifat pemikirnya itu), dia suka sekali memikirkan banyak hal jauh ke depan.
3. Ini yang paling bodoh. Saya pernah ketelen tulang ikan, dan saya berakting seolah-olah saya kemasukan tulang gajah, sehingga saya muntah2 sendiri di kamar mandi, sampai semua orang di rumah saya heboh...dan saya menikmati hal itu.
(oia, kecuali mama saya, orang yang sudah 20 tahun lebih mengenal saya, dia tau banget sikap saya yang kadang-kadang suka LBY (baca : el-bi-way) alias LEBAY)
Sebenarnya masih banyak LBY things yang pernah saya lakukan dalam hidup saya untuk mendapatkan attention dari orang-orang di sekitar saya, yang mungkin akan membuat anda mengira "Sumpah, ini orang bahkan lebih lebay dari Fitri Tropika".
Menuju link tersebut diatas, saya membaca kalimat demi kalimat pengertian dari ADD.
Lagi-lagi sifat lebay saya menganggap bahwa ini penyakit serius (dan mungkin saya harus lapor ke orangtua saya dan berharap mereka akan berterika "Hah ?? Anakku kena ADD ???" Seolah -olah ADD lebih gawat daripada HIV/AIDS)
Mari kita lihat apa yang saya temukan di paragraf pertama artikel tersebut :
Attention Deficit Disorder (also known as ADD) and Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) are terms used to describe patterns of behaviour that appear most often in school-aged children. Children with these disorders are inattentive, overly impulsive and, in the case of ADHD, hyperactive. They have difficulty sitting still, attending to one thing for a long period of time, and may seem overactive.
Ternyata ADD diderita oleh anak-anak pada usia sekolah.
**
Lalu apakah saya anak sekolah yang masih haus akan perhatian ?
Sebenarnya saya menderita ADD atau saya masih bersifat kekanak-kanakan ?
I'm the main actress in this drama called LIFE