Pernahkah Anda berada dalam kondisi dimana Anda mencintai seseorang yang Anda tahu bahwa Anda tidak akan pernah bersamanya ?
Sampai kapanpun Anda menunggunya.
Sebut saja si Ani dan Budi.
Si Ani, seorang gadis yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja, dengan tingkat kecerdasan yang biasa-biasa juga dan muka yang juga sangat biasa.
Satu hal yang tidak biasa yang Ani miliki, adalah cinta nya yang begitu besar kepada Budi.
Siapa Budi ?
Seorang pria dengan semua hal yang diinginkan pria ada di dalam dirinya.
Harta ?
Otak ?
Hati ?
Kedudukan ?
Dapat dikatakan kehidupan mereka begitu berbeda.
Ani begitu sadar bahwa dia tidak akan pernah bersama Budi.
Mengapa ?
Orangtua Ani merasa bahwa Budi sungguh jauh diatas mereka, sehingga, apakah masih mungkin kisah sinetron dimana si majikan jadian dengan pembantu itu benar-benar terjadi di dunia nyata ?
Ani pun merasa demikian,
Hal yang sangat-sangat mustahil bila si Budi yang sudah disekolahkan ke luar negeri dengan biaya yang tentunya tidak murah tidak diharapkan untuk mendapatkan jodoh yang paling tidak setara dengan mereka.
Bukan rahasia lagi, hal harta kini menjadi alat ukur nomor satu dalam menilai apakah orang tersebut pantas atau tidak untuk dijadikan pasangan hidup.
Memang hingga saat ini, orangtua Budi ataupun Budi belum pernah berbicara ke arah sana.
Mungkin itu lebih karena mereka tidak ingin seperti (lagi-lagi) sinetron :
"Cih, dasar orang miskin. Berani-beraninya kamu mendekati anak saya ? Kamu tidak pantas mendekati anak saya tau !!"
Lalu apa yang dilakukan Budi dan Ani menanggapi hal ini :
mereka tetap menjalani kisah cinta mereka tanpa hubungan yang pasti, karena mereka tahu suatu status hanya menyebabkan hubungan mereka akan semakin sulit untuk dipisahkan nantinya, padahal mereka juga sama-sama tau bahwa mereka tidak mungkin dipersatukan dalam ikatan perkawinan.
How pathetic.
I'm the main actress in this drama called LIFE