Sabtu, 11 July 2009
Saya, Ryuta, Ardit pergi ke Ubud.
So much fun we met there.
Makan babi guling mantab, pergi ke museum Antonio Blanco, lanjut ke Monkey Forest, cerita2 banyak hal.
Along our exploring time, I always see his smile.
Seems like he never stop smiling.
Saya sempat merasa, betapa cerahnya bangsa ini, kalau semua generasi mudanya seperti dia.
Arditya Hardaya.
Begitu namanya.
Dia smart, dia menyenangkan, dia pandai bergaul, dia low profile.
Adakah hal lagi yang dibutuhkan untuk membuat dia tampak seperti seorang yang sempurna ?
Kamis, 16 Juli 2009
Sebuah SMS mengejutkan sampai di ponsel saya :
"San, Ardit udah meninggal lho..."
Seperti antara percaya dan tidak percaya, segera sayamenghubungi orang yang mengirimi SMS tersebut, menanyakan kebenaran dari kabar itu.
Ternyata, saya harus menerima kabar pahit bahwa si anak muda dengan masa depan cerah tersebut memang sudah tidak ada lagi. Ya Tuhan, dia bahkan masih berusia 20 tahun.
Dia masih punya banyak mimpi.
Dia begitu berbakat.
Mungkin saya memang hanya satu kali bertemu dengan dia.
Tapi saya merasa sangat beruntung pernah mengenal dia, bahwa di hari-hari terakhir dia ada di dunia ini.
Saya sendiri sampai detik ini masih bertanya-tanya, apa tujuan Tuhan menakdirkan saya untuk bertemu dengannya ?
Hampir setiap hari saya selalu memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut.
Dari orangtuanya, saya mengetahui bahwa dia tidak pernah sakit, dia tidak menderita apa-apa pada saat meninggalnya.
Dia hanya pingsan dan kemudian dia berangkat ke Surga.
Mungkin itukah jalan untuk orang sebaik dia ?
Sebegitu muluskah jalan orang yang begitu rendah hati dan menyenangkan seperti dia ?
Orang yang selalu membagikan senyumnya ?
Pertemuan saya dengannya yang mungkin hanya berkisar sekitar 5 jam, telah memberikan banyak pelajaran untuk saya.
Bagaiman seseorang yang multi talenta dapat menjadi orang yang begitu rendah hati, dan lihatlah, begitu mudahnya ia kembali kepada Sang Khalik, tepat ketika semua tugasnya sudah selesai di dunia ini.
Selamat jalan, Ardit.
Semoga di kehidupan berikutnya aku mendapatkan waktu yang lebih banyak untuk dapat belajar menjadi orang yang begitu rendah hati seperti kamu.
(dedicated to Arditya Hardaya : 1989 - 2009)
I'm the main actress in this drama called LIFE