Sunday, June 21, 2009

Sudah siapkah ?




Sejak 3 hari yang lalu saya terbaring diatas tempat tidur dan tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas.
Bahkan untuk dapat mengambil air di meja pun saya sampai terjatuh 2 kali karena begitu lemasnya.

Kemarin, saya sudah merasa bahwa tubuh saya membaik dan bersiap-siap hari ini akan pergi ke Gereja. Saya merasa hebat karena dapat menyembuhkan diri saya sendiri (tanpa pergi ke dokter) dan dengan congkaknya saya berkata dalam hati "Sudah ku bilang, dokter itu emang gak guna"

Tapi, pagi tadi, ketika saya ingin bangun, yang saya rasakan adalah sakit yang luar biasa pada kepala bagian belakang saya.
Rasa sakit itu disertai dengan sesak nafas dan batuk yang menyebabkan dada saya sakit.
Pada saat itulah, saya memutuskan untuk segera mengunjungi dokter dan menyerah saja.
Selama ini, saya bersikeras tidak mau ke dokter karena saya merasa bahwa semakin banyak dokter yang mal praktik dan saya tidak mau jadi korbannya.

Saya teringat 1 hal, ketika saya berdoa, saya begitu percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan doa saya dan mengabulkannya (entah itu dalam waktu dekat ataupun kemudian hari).
Saya juga harus melakukan hal yang sama ketika saya pergi ke dokter, saya harus percaya bahwa dokter yang saya kunjungi dapat menyembuhkan saya.
Bagaimana mungkin saya menginginkan kesembuhan dari dokter tersebut, sedangkan dalam otak saya, saya selalu berpikir bahwa dia akan menyebabkan saya mati.

Akhirnya saya pergi ke dokter yang sudah cukup lama membuka praktik (saya pikir, lama tidaknya seorang dokter membuka praktik cukup menentukan kualitasnya).
Sampai disana, saya ditest ini itu, dan akhirnya saya didiagnosa menderita infeksi saluran pernafasan akut.
Dokter berkata bahwa untung saja saya tidak terus-terusan mengobati diri saya sendiri, karena jika tidak mendapatkan antibiotik yang tepat, maka penyakit ini dapat berujung pada kematian.
KEMATIAN ??

Ini bukan pertama kalinya saya mengalami sakit ini.
Ternyata, sewaktu saya masih kecil saya juga pernah mengalami sakit yang sama.
Berarti , ini kedua kalinya Tuhan menyelamatkan hidup saya.
Andai saja, saya tidak diberi sesak nafas pagi tadi, saya akan merasa bahwa diri saya sudah benar-benar sembuh total dan tidak perlu minum obat apapun lagi.

Kalau dipikir-pikir, apa sih artinya kalau seorang Sandra meninggal ?
Dunia juga tidak akan berubah.
Berbeda kalau seorang Obama yang meninggal, atau seorang SBY yang meninggal.
Tapi ini cuma seorang gadis berusia 20 tahun yang bahkan belum lulus sarjana.
Bagi dunia berbeda dengan bagi Tuhan.
Ia memiliki alasan yang kuat kenapa harus mempertahankan hidup seorang Sandra.
Saya percaya, bahwa saya masih diberi tugas di dunia ini.
Masih banyak yang harus saya kerjakan.
Masih banyak rencana-Nya untuk saya ke depan.

Begitulah Tuhan.
Ia sangat detail dalam menata hidup setiap umat-Nya.
Hari ini saya kembali diingatkan oleh-Nya, bahwa kapanpun Ia bisa saja memanggil saya kembali kepada-Nya.
Ia ingin saya sadar bahwa kesiapan dan kesiagaan selalu diperlukan untuk dapat menghadapi panggilan itu.
Dan 1 hal lagi, walaupun Ia memberikan saya cobaan dan ujian, Ia juga yang memastikan bahwa Ia yang selalu berada di samping saya untuk dapat melewati semua itu.

Lagu dibawah ini adalah lagu yang membuat saya sadar akan hal diatas :

How Can I keep From Singing
by : Chris Tomlin

There is an endless song
Echoes in my soul
I hear the music ring

And though the storms may come
I am holding on
To the rock I cling

Chorus:
How can I keep from singing Your praise
How can I ever say enough
How amazing is Your love
How can I keep from shouting Your name
I know I am loved by the King
And it makes my heart want to sing

I will lift my eyes
In the darkest night
For I know my Savior lives

And I will walk with You
Knowing You'll see me through
And sing the songs You give



Thank you, my superb Lord.
Love u more and more each day =)

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

 
design by suckmylolly.com