Siang hari di Surabaya.
Super panas.
Bikin emosi jadi sampai di level tertingginya.
Badan basah karena keringat.
Perut laper.
Haus banget.
Pengen cepet-cepet sampe kamar.
Kena AC.
Tidur-tiduran.
Sambil liat hasil foto di camera, hasil foto-foto sama temen.
Sampai di kost...
Terdengar suara bayi.
"Anak siapa mbak ?"
"Anaknya mbak Nur, nik(panggilan untuk anak perempuan di Jawa)"
"ow..."
"koq gak rewel ya ? gak nangis-nangis gitu"
"iya..padahal dia di kost-kostannya panas lho nik, tanpa kipas tanpa AC, tapi gak nangis"
(mampus deh gw kalo gak ada kipas gak ada AC)
"berapa bulan mbak ? gede ya badannya.."
"7 bulan nik..dia mau makan apa aja. Gak rewel makannya"
(jadi inget, kadang saya suka milih makanan mana yang saya suka dan mana yang tidak saya suka..)
hati kecil saya tiba-tiba tergerak untuk bertanya :
"mbak, bayi nya udah pernah difoto belum ?"
"belum nik. mana ada kamera.. hehehe.."
"nanti dia kalo udah gede, gak tau donk kecilnya kayak apa ? kasian kan mbak.."
"ya mau gimana, nanti dia juga ngerti kalo orangtua nya gak punya kamera, gak mungkin untuk bikinin dia foto.."
....
....
....
berapa kali ya saya menggunakan camera saya untuk foto dengan teman2 saya tanpa alasan yang jelas ? (cuma untuk mengagumi keindahan diri sendiri)
kapan ya saya bisa berbuat sesuatu yang berguna dari barang yang saya miliki (camera digital) ?
camera digital ini dibelikan orangtua saya berjuta-juta dan tidak saya manfaatkan dengan baik, sementara ibu dari bayi ini tidak pernah bisa mengabadikan foto anaknya sewaktu masih bayi..
"Mbak,siapa nama anaknya ?"
"Maulana, nik.."
"boleh aku foto gak Maulana -nya ?"
"beneran nik ? boleh nik..boleh.. ini aku pakein baju dulu ya nik.. biar keliatan ganteng..hehehe"
si Ibu dari bayi tersebut antusias sekali.
Dia sampai bedakin anaknya.
Gantiin baju anaknya...
dan akhirnya, saya mengambil 4 foto dari si kecil Maulana.
Si ibu ingin sekali punya foto anaknya dengan pose tengkurap seperti bayi-bayi di iklan TV.
Saya mencoba membantunya untuk mewujudkannya.
"Nik..makasih banget ya..nanti kalo mbak udah ada uang, mbak minta tolong dicuciin ya fotonya"
"ow..iya mbak..sama-sama"
#1
Kita tidak akan pernah menyangka bahwa sesuatu yang kecil bagia kita, bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi orang lain yang kurang beruntung.
#2
Seringkali kita tidak menyadari, bahwa ada banyak kesempatan bagi kita untuk melakukan kebaikan bagi orang lain, akan tetapi karena kita terlalu asik dengan diri sendiri, akhirnya kita membuang kesempatan-kesempatan emas tersebut.
Maulana kecil sudah membuka mata saya tentang 2 hal diatas.
Saya berjalan keluar rumah dan menuju suatu tempat.
"Mbak, tolong cuciin 4 foto ini ya. Ukuran post card"
Semoga foto ini bisa sedikit membawa kebahagiaan bagi Maulana kelak.
Paling tidak, ia masih punya kenang-kenangan masa kecilnya.
--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE
Friday, October 17, 2008
Belajar dari Si Maulana Kecil
Posted by Sandra Adishesa at 8:01 AM
Labels: Experience