Saya sangat tertarik dengan pemilu AS yang semakin seru dari hari ke hari.
Ya hitung2 ngisi waktu luang, kalo lagi gak ada kerjaan.
Daripada saya ngikutin pilkada di daerah saya, yang koq kesannya adem ayem aja.
Bukannya pengen pilkada yang heboh dengan rusuh atau ribut dimana2, cuma koq kayaknya tidak ada hawa demokrasi yang benar-benar demokrasi ya.
BIsa diliat dari kandidat yang ada, berbeda dengan keadaa pemilu AS dimana masing-masing pihak saling meributkan soal kekuatan mereka dibanding dengan lawan politiknya, kandidat Pilkada disini, malah seolah-olah bersikap, "ya siapapun yang menang, itu pasti yang terbaik.."
Bukannya saya mau menuduh, tapi masak ada sih kandidat politik yang maju bukan untuk menang ??
WOng waktu saya jadi kandidat ketua kelas aja, saya pengen banget menang koq. Hehehe...
Syaa justru menangkap bahwa sikap dari para kandidat Pilkada itu seperti "berpura-pura" baik.
Padahal apa yang sedang mereka lakukan. justru memperburuk proses Pilkada nantinya.
Bayangkan saja, para peserta aktif Pilkada jadi tidak tau, calon-calon wakil rakyat mereka ini kelebihan dan kekurangannya apa.
Tidak heran, setelah menjabat sebagai wakil rakyat, para gubernur-gubernur kita seringkali melakukan aksi membohongi publik ya.
Dari kampanye saja mereka sudah sering berbohong koq.
Kalo menutup-nutupi keinginan mereka untuk menang itu, apa tidak sama dengan berbohong ??
AYo Om, Tante, belajar jujur donk.
Masak harus dibilangin seperti anak kecil lagi sih,
"Jangan suka bohong sama rakyat ya, Om, Tante, ntar saya jewer lho.."
Hehehe..