Tuesday, October 21, 2008

Now or Never

"San, ntar kamu kalo udah nikah mau punya berapa anak ?"

Pertanyaan itu seringkali secara iseng ditanyakan oleh teman saya.
Dan sesering itu pula, saya menjawab :
"Males mikirinnya. Pacar aja gak punya.Kuliah ini juga gak beres2. Lagian waktuku kan masih banyak, masih panjang lah. nanti-nanti aja mikir kawin."

Dan saya yakin, beberapa orang diantara teman-teman saya juga berpikir demikian.

Benarkah waktu yang kita miliki masih panjang ?
Benarkah kita memiliki banyak waktu ?
Benarkah kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang jauh di depan ?

Seorang dosen telah membukakan pikiran saya.

Semakin lama kita belajar, semakin banyak pula hal yang kita akan dapatkan.
Begitu pula dengan pacaran.
Apakah pacaran 3 tahun akan sama dengan apa yang didapatkan jika pacaran selama 3 bulan ? Tentu saja berbeda.
Lihat saja realita yang ada.
Pacaran 3 tahun saja bisa cerai.
Memang sih, ada juga yang pacaran 3 bulan tetep langgeng sampe sekarang. Itu puji syukur namanya.

Sebenarnya, banyak hal yang dapat berubah selama perkawinan.
Aris 'Indonesia Idol', jika dulu ia begitu mencintai istrinya, sampai-sampai selalu diungkapkan setiap kali ia diwawancarai oleh infotainment, maka sekarang statement yang keluar dari mulut yang sama sudah berbeda.
Ketika ditanya, siapakah yang membuat ia berada di posisinya yang sekarang ?
Menjadi seorang idol, memacu nya untuk mengejar mimpinya ?
..
Aris terdiam 10 detik hingga menjawab :
"Orangtua dan teman-teman saya"

Lalu dimana istrinya yang selama ini begitu ia cintai ?
Semudah itukah cinta itu lenyap ?

Bagaimana jika istri dari Aris mengetahui sifat Aris tersebut sejak mereka belum menikah ?
Saya berani menjamin, pernikahan mereka tidak pernah akan terjadi.

Saya melihat ke dalam diri saya sendiri.
kalau sekarang saya bilang waktu saya masih lama, lalu kapan saya akan benar-benar memulai untuk berpikir mengenai pernikahan saya ?
Bukankah seharusnya saya mulai harus belajar, apa saja yang perlu saya pelajari dari calon suami saya nantinya, supaya saya terhindar dari kejadian mengetahui sifat suami justru setelah menikah dengannya ?

Bukankah lebih sakit jatuh dari lantai 9 daripada jatuh dari kursi ?
Bukankah lebih baik saya tahu sifat buruk calon suami saya pada saat kita pacaran ?

Saya terus berpikir sampai akhirnya saya menemukan sebuah kesimpulan.

Waktu tidak pernah terlalu banyak. Tidak pernah ada kata terlalu cepat untuk belajar.
Yang ada hanyalah bagaimana kita mengatur porsi dari yang akan kita pelajari.

Ilmu pernikahan, perkawinan, pacaran, atau apapun namanya, sama saja dengan ilmu matematika.
Ketika masih kecil, kita belajar matematika, menghitung hari kita.
Hingga dewasa kita belajar trigonometri (sama-sama matematikanya kan??)

Masih berpikir waktu terlalu banyak atau waktu Anda masih panjang ?

--------------------------------------------------------
I'm the main actress in this drama called LIFE

 
design by suckmylolly.com